Maret 2026 akan jadi bulan yang cukup menantang bagi HR dan Leader. Dalam satu bulan, perusahaan akan berhadapan dengan Hari Raya Nyepi, Lebaran, cuti bersama, dan kewajiban THR. Bagi karyawan, ini kabar baik. Bagi HR dan manajemen, ini momen krusial yang perlu diantisipasi dengan matang.
Kenapa HR Perlu Serius Menyikapi Kalender Maret 2026?
Karena di bulan ini:
- Banyak karyawan akan mengajukan cuti tambahan (additional leave
- Aktivitas klien cenderung melambat
- Fokus kerja turun sejak 1–2 minggu sebelumnya
- Risiko bottleneck meningkat jika hanya sedikit orang yang standby
- Tekanan finansial perusahaan karena THR
Artinya, HR bukan hanya mengurus administrasi, tapi juga mengatur irama kerja organisasi agar tidak kolaps sebelum libur dan tidak kacau setelah masuk kerja.
Fokus Utama HR di Maret 2026
Checklist #1. THR: Jangan Tunggu Deadline
THR bukan hanya kewajiban hukum, tapi juga isu kepercayaan karyawan. Yang perlu di cek:
- Validasi data THR
- Tetapkan jadwal pembayaran THR
- Hitung THR proporsional karyawan <1 tahun
- Cross-check gaji Maret vs THR (Permenaker 6/2016)
- Transfer proof + notifikasi individu
- Simpan bukti transfer 2 tahun (anti-audit)
Checklist #2. Manajemen Cuti: Mapping Hari Libur & Potensi Additional Leave
Masalah klasik menjelang Lebaran: semua ingin cuti di tanggal yang sama. Yang bisa dilakukan:
- Tentukan batas waktu pengajuan cuti
- Buat aturan jumlah minimal orang yang harus standby
- Simulasikan skenario: kalau banyak yang ambil cuti, unit mana yang terdampak
- Atur jadwal kerja tim kritikal (Operasional, IT, Finance, Customer Service, dll)
- Sosialisasikan sejak awal agar tidak ada drama mendekati hari H
- Tujuannya bukan membatasi cuti, tapi memastikan tidak semua orang penting pergi di waktu yang sama.
Checklist #3. Back to Work Preparation
Hari pertama kerja setelah libur panjang sering jadi chaos karena semua mulai dari nol lagi, padahal bisa diatur sebelumnya. Yang bisa dilakukan:
- Buat mekanisme handover kerja
- Susun prioritas kerja sebelum libur
- Siapkan rencana kerja pasca-libur
- Setiap tim wajib menyediakan nomor kontak/ PIC yang bisa dihubungi jika ada urgent
- Setiap karyawan yang cuti wajib buat daftar pekerjaan aktif
- Pastikan file dan akses kerja tidak terkunci di satu orang
Di sinilah peran HR menjadi strategis, yaitu menjaga ritme organisasi tetap stabil di masa rawan fokus. Cara perusahaan menghadapi bulan ini akan menunjukkan:
- Apakah sistem HR rapi
- Apakah leadership jelas
- Apakah budaya kerja matang
- • Apakah karyawan merasa diperlakukan adil
- Periode libur panjang bukan sekadar jeda, tapi uji kualitas sistem kerja.
Sebagai HR partner, DNE Talent mendampingi perusahaan dalam merancang kebijakan HR yang adaptif terhadap momen krusial seperti Nyepi dan Lebaran—mulai dari skema pengelolaan cuti, sistem perhitungan THR, hingga desain alur kerja sebelum dan sesudah libur panjang. Karena transisi yang rapi bukan hasil kebetulan, tapi hasil sistem yang dirancang dengan sadar.
