Who Are We?
Dakara Nari Estri, dikenal sebagai DNE Talent, didirikan dengan idealisme dan keinginan untuk terlibat dalam menemukan, mengembangkan dan memberikan dampak pada bakat dan sumber daya manusia.
Para pendiri percaya bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu faktor terpenting bagi setiap organisasi, baik institusi maupun perusahaan. Sebagai Konsultan SDM, DNE Talent berfokus untuk mendukung klien korporat agar menjadi tempat kerja yang ideal bagi karyawan mereka. Kami juga melayani departemen SDM perusahaan secara langsung.
Kami berharap dapat melayani Anda secara personal maupun korporat.
Develop talent for –tomorrow,–
rather than hire for –yesterday.–
― Pearl Zhu, It Innovation: Reinvent It for the Digital Age
Our Services
FACILITATION SERVICES Using The LEGO® SERIOUS PLAY® Methodology
Kami percaya bahwa pembelajaran yang hebat terjadi melalui pengalaman langsung. DNE Talent menyediakan dua program transformatif menggunakan metode LEGO® SERIOUS PLAY®:
DolaNan Eksekutif dan DolaNan Edukatif. Kami membantu Anda membangun kejelasan, kepercayaan diri, dan koneksi—satu per satu.
Happy Clients
“Sesi coaching ini mengarahkan saya untuk mengurai satu persatu berbagai hal sehingga saya menemukan cara meraih tujuan. Saya belajar bagaimana memberi pertanyaan yang berbobot dan terarah”
“Alasan saya mengambil coaching karena saya merasa diri saya belum yakin dengan keputusan yang saya ambil sekarang akan menunjang karir saya ke depan. Selama 2x pertemuan saya diajak berdiskusi/menggali lebih dalam sebab saya tidak percaya diri. Selama proses diskusi saya merasa tidak dihakimi tetapi dibantu untuk melihat kelebihan saya.”
“Semua sangat bermanfaat untuk aku. Tapi yang paling game changing waktu aku diberi tahu kurangnya dimana dan interview rehearse juga very2 beneficial karena aku jadi ada bayangan seperti apa interview benerannya.”
“Coaching itu perlu untuk memberikan gambaran apa yang akan saya lakukan untuk mencapai tujuan. Dengan coaching saya terbantu untuk berpikir secara runut tindakan yang akan dilakukan dan memotivasi saya dalam melangkah pada saat ada tantangan.“
"Sesi coaching yang diberikan DNE sangat bermanfaat terutama bagi kita yang masih bingung dalam penentuan karir ke depan maupun ragu terkait kemampuan diri sendiri. Dari sesi coaching ini saya mulai lebih memahami kelebihan dan kekurangan maupun ketakutan tertentu dalam diri mengenai kehidupan. Keraguan dan kebimbangan juga mulai teratasi dan saya merasa lebih yakin akan perencanaan masa depan yang sesuai dengan minat. Terimakasih DNE."
Klien Korporat Kami
Insight

Fenomena Resign Pasca Lebaran: Bagaimana Perusahaan Menyikapinya?
Setiap tahun, beberapa minggu setelah Eid al-Fitr, banyak perusahaan mengalami pola yang sama. Kantor kembali ramai setelah libur panjang, inbox mulai terisi lagi, proyek berjalan seperti biasa. Tapi lalu satu per satu email masuk dengan judul yang hampir serupa. Subject: Resignation Letter. Bagi banyak perusahaan di Indonesia, resign setelah Lebaran sebenarnya bukan hal baru. Tetapi

WFH Satu Hari untuk Hemat BBM: Tantangan atau Kesempatan bagi Perusahaan?
Awal April 2026 membawa wacana baru: pemerintah mendorong penerapan Work from Home (WFH) satu hari dalam seminggu sebagai salah satu langkah untuk menekan konsumsi BBM. Tujuannya sederhana—mengurangi mobilitas harian pekerja dan beban energi nasional. Bagi sebagian perusahaan, respons pertama mungkin adalah kekhawatiran. Apakah produktivitas akan terganggu? Apakah koordinasi tim akan semakin sulit? Namun jika dipikirkan

HR Checklist Maret 2026: 7 Hari Libur Nyepi + Lebaran
Maret 2026 akan jadi bulan yang cukup menantang bagi HR dan Leader. Dalam satu bulan, perusahaan akan berhadapan dengan Hari Raya Nyepi, Lebaran, cuti bersama, dan kewajiban THR. Bagi karyawan, ini kabar baik. Bagi HR dan manajemen, ini momen krusial yang perlu diantisipasi dengan matang. Kenapa HR Perlu Serius Menyikapi Kalender Maret 2026? Karena di

Produktif Saat Puasa: Realistis, Fokus, dan Tetap Punya Energi
Masuk minggu kedua bulan Ramadan, ritme kerja hampir pasti berubah. Jam tidur bergeser, pola makan berbeda, energi terasa lebih cepat habis. Tapi kenyataannya, target kerja tidak ikut puasa. Di sinilah banyak orang terjebak dalam dua ekstrem: memaksa diri tetap “ngebut” seperti hari biasa, atau sebaliknya, menurunkan standar performa terlalu jauh. Padahal, produktif di bulan puasa
