New Normal, istilah yang umum digunakan untuk menggambarkan situasi baru yang harus kita hadapi sejak Pandemi Covid19. Benar-benar penuh dengan kejutan, selain juga memerlukan perhatian detail dan konsistensi untuk tetap sehat dan selamat.
Bayangkan, saat ini para praktisi Human Resources (HR), General Affair (GA) dan Health Safety Environment (HSE), sedang berpikir keras membuat prosedur baru yang detail, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan perusahaan dan seluruh isinya. Hal yang tidak melulu mengenai lingkungan kantor secara fisik, tapi juga pergerakan manusianya, tentang perjalanan karyawan ke kantor, tentang kontak tracing, tentang pengaturan waktu kerja. Banyak pula hal yang harus dipastikan aman, tentang asuransi kesehatan, tentang emergency action jika ada PDP, tentang aspek legal jika ada yang melanggar prosedur Kesehatan dan keselamatan.
Wuiiiiih! Respek kepada mereka yang sudah bekerja keras dan juga kepada karyawan yang berusahan menyesuaikan diri, saling menjaga lingkungan. Rasa Lelah dan frustasi mungkin menyerang. Inilah saat kita belajar untuk meningkatkan agility. Agility bukan semata untuk perusahaan, namun sesungguhnya itu bicara tentang diri kita. Pernah disampaikan oleh teman sesama Coach, bahwa untuk agile ikutilah pepatah jawa “ojo gumunan, ojo getunan, ojo kagetan dan ojo dumeh”.
Banyak versi dalam mengartikan makna pepatah jawa tersebut, namun makna yang saya sukai adalah seperti gambar dibawah ini.
Bermodal 4 ajaran diatas, kita dilatih sabar, rendah hati, siap menghadapi turun naiknya kondisi sebagai bagian dari skenario Tuhan. Dengan tidak mudah kecewa, pikiran menjadi lebih jernih untuk mengambil langkah ke depan yang lebih baik. Mungkin kadang-kadang kita seperti bergerak mundur, benarkah? Tidak, karena sesungguhnya kita sedang belajar. Tidak ada kata mundur untuk sebuah pembelajaran.
Saya masih harus banyak belajar
Semoga semua dapat mengarungi new normal dengan bahagia.
Novi Mayasari – DNE Talent Founder
