logo-black
interview

INTERVIEW, MOMENT OF TRUTH?

Banyak hal yang membuat kita harus diinterview oleh seseorang. Bisa karena melamar kerja, mendapatkan sekolah, untuk artikel majalah dan bahkan sebelum melamar kekasih pun seseorang bisa diinterview oleh calon mertua.

Jadi apa sebetulnya yang dicari dalam interview? Kebenaran, kejujuran, kesesuaian, kesamaan dan ke- ke- yang lain. Hasil interview tersebut yang akan menentukan apakah kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Then, it is a very critical moment. So true!

Dalam konteks mencari kerja, interview dilakukan umumnya setelah seseorang telah mengirimkan CV dan lolos tes penyaringan. Interview dapat dilakukan melalui tatap muka ataupun online tergantung dari perusahaannya. Saat interview, tidak ada yang membantu kecuali diri kita sendiri. Kemampuan ‘menjual diri’ di sini akan diuji. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagaimana caranya lolos interview?

Pertanyaan-pertanyaan dalam interview akan berangkat dari CV yang diberikan. Saat ini banyak sekali template CV yang indah-indah tersedia online. Tinggal isi dan voala ..!

Balik lagi ke persoalan interview. Apa sih yang bakal interviewer tanyakan? Dari berbagai interview yang telah saya lakukan dan jalani, interview dapat dibagi dalam 3 bagian:

1. Past
Biasanya interviewer akan menggali lebih dalam dari apa yang telah ditulis dalam CV. Makanya sangat penting untuk memastikan anda memahami apa yang anda tulis dalam CV dan kemungkinan pertanyaan yang timbul dari tulisan anda. Seperti pencapaian apa yang anda lakukan di perusahaan sebelum perusahaan sekarang? Pernahkah anda terlibat dalam project dan apa peran anda di dalamnya? Mengapa anda pindah dari perusahaan tersebut ke perusahaan yang sekarang?

Sampaikan jawabannya secara jujur dengan kalimat positif. Ingat jangan mencoba mengada-ada dengan jawaban anda karena banyak perusahaan sekarang melakukan reference check ke perusahaan anda sebelumnya.

2. Present
Di bagian ini interviewer biasanya akan menanyakan job description anda di perusahaan sekarang, pencapaian dan gaji anda sekarang. Untuk urusan gaji, sekali lagi sampaikan apa adanya. Karena dalam menentukan berapa offer yang akan diberikan, perusahaan akan meminta payslip anda di perusahaan sekarang. Nah… bagaimana jadinya jika anda terlanjur menyampaikan angka yang berbeda dengan payslip anda.

3. Future
Sebelum interview, sebaiknya anda mencari tahu bisnis perusahaan dan posisi apa yang sedang anda coba masuki. Pertanyaan yang muncul biasanya adalah mengapa anda melamar untuk posisi ini dan ingin bekerja di perusahaan ini? Berapa gaji yang anda inginkan? Hati-hati dengan pertanyaan mengenai gaji karena ini bisa jadi merupakan jebakan. Ketika anda menyebutkan satu angka, interviewer akan menghubungkan dengan pencapaian anda yang lalu dan range salary yang mereka punya. Interpretasi dari angka tersebut bisa jadi anda terlalu over confidence atau anda cukup reasonable.

Dari berbagai macam pertanyaan dari interviewer, kuncinya hanyalah jadilah diri sendiri. Sampaikan kelebihan anda tanpa berlebihan. Sampaikan kekurangan anda disertai dengan apa yang bisa anda lakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut. Sampaikan semuanya dengan bahasa tubuh yang baik, seperti menjaga kontak mata dan menggerakkan tangan secukupnya.

Selain itu, interview adalah proses interaksi dua arah. Anda juga memiliki hak untuk bertanya. Ketika anda bertanya, itu juga dapat menunjukkan bahwa anda memiliki antusiasme atas proses interview tersebut.

Ketika selesai interview, jangan lupa ucapkan terima kasih karena mereka telah bersedia mempertimbangkan anda sebagai salah satu kandidat.

Setelah itu, biarkan alam yang memprosesnya. Yakinlah jika memang posisi itu adalah jodoh anda, perusahaan akan memilih anda. Good luck!

Penulis: EL, praktisi HR

 

Photo by rawpixel.com from Pexels

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top