Beranikah Kamu?
Suatu hari yang cerah, atasan saya meminta saya untuk “memecat” seorang staff administrasi. Orangnya sangat baik, lembut dan cantik namun sayang memang kinerjanya dibawah rata-rata. Kecerahan hari itu segera menjadi agak berwarna abu2 gelap seperti seragam SMA. “Memecat” bukan perkara mudah di bagian manapun di dunia ini. Pernah kan nonton film “Up in The Air”? Bagaimana air mata yang dipecat bisa jadi air mata yang mendapat tugas memecat juga.
Cerita ini bukan tentang air mata sih, namun tentang senyum saya dengan agak pongah (walau dalam hati) beberapa tahun kemudian. Kepongahan ketika saya mendengar upaya pemecatan berhari-hari termasuk pembujukan-pembujukannya ternyata langkah awal si staff administrasi menjadi pengusaha yang sukses di bidangnya hari ini.
Saya tahu saya tidak pantas pongah, karena kesuksesan dia sekarang adalah hasil kerja dia, pun bukan hal yang mudah dicapai, namun keberanian dia menerima kenyataan bahwa dia tidak “laku” di bidang pekerjaan yang ditekuni saat itu adalah langkah awal besar. Saya bisa merasakan rasa sakit hatinya, rasa dibuangnya, yang terpancar dari semua pertanyaan dan tindak tanduknya kepada saya.
Nah kamu, iya kamu, sebagai karyawan atau pengusaha, pernahkah memiliki pertanyaan kok saya tidak pernah dipromosi? Kenapa kenaikan gaji saya lebih kecil dari rekan kerja yang lain? Kenapa projek itu diberikan padanya, bukan pada saya?
Selama 24 tahun sebagai praktisi human capital, orang yang kurang sukses adalah orang yang bergelut hanya di level pertanyaan, bertanya (seringkali lebih sering curhat sih) ke teman, ke atasan, bahkan ke serikat pekerja. Sedangkan orang yang sukses biasanya akan bertanya namun lebih banyak “bercermin” dan bahkan kemudian melakukan tindakan berani untuk alih profesi, atau kalau tidak, ya merubah diri.
Merubah diri memerlukan keberanian. Ada rasa tidak nyaman mengakui kekurangan diri sendiri dan kemudian berubah. Rasa tidak nyaman itu bisa sangat sangat menyebalkan. Buktinya banyak kan orang yang tidak bisa berubah lebih baik?
Beranikah kamu melakukannya? Melakukan apa? Ya bercermin, apakah kamu sudah berada di track yang benar?
NM
Praktisi HR dan Pemilik Usaha
